tribratanews.polri.go.id
Polsek Namang - Polres Bangka Tengah
Kayu Besi, Bangka Tengah
Setiap tanggal 15 bulan 7 tahun imlek (Chiat Ngiat Pan), warga keturunan Tionghoa di Provinsi Kep. Bangka Belitung selalu mengadakan ritual sembayang rebut atau yang sering disebut Chiong Si Ku di setiap kuil dan kelenteng dimana ratusan umat memberikan penghormatan yang diiringi dengan panjatan doa keselamatan dan keberkahannya.
Seperti yang dilaksanakan di Desa Kayu Besi, Kec. Namang, Bangka Tengah ( Senin & Selasa, 04/09/17 s.d. 05/09/17 ). Warga Desa Kayu yang mayoritas keturunan Tionghoa, melaksanakan ritual sembayang rebut tersebut.
Untuk memberikan rasa aman serta situasi yang kondusif saat warga Desa Kayu Besi melaksanakan ibadah, Personil Polsek Namang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Namang, Ipda Suhendra SH, melaksanakan pengamanan simpatik ibadah masyarakat selama 2 hari di 2 kelenteng yang berada di Desa Kayu Besi.
2 kelenteng tersebut adalah Kelenteng Sang Hyang Bakti serta Kelenteng Cung Jie Tong. Ritual Sembayang rebut tersebut dimulai pada pukul 18.30 wib hingga acara puncak pada pukul 00.00 wib.
Ipda Suhendra SH mengatakan bahwa Pengamanan Simpatik Ibadah Masyarakat ( PSIM ) merupakan program yang dibentuk oleh Polres Bangka Tengah beserta jajaran yang bertujuan memberikan rasa aman serta menciptakan situasi yang kondusif sebelum, selama serta setelah ibadah berlangsung, harus dilaksanakan oleh personil Polsek Namang dengan terkoordinir dan tepat sasaran.
"App ( Arahan dan perintah pimpinan ) sangat wajib dilakukan sebelum melaksanakan pengamanan agar para personil Polsek Namang, dapat terkoordinir serta mengetahui cara bertindak maupun tugasnya. Karena program PSIM bertujuan menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat yang beribadah." ucap Ipda Suhendra SH.
Selama 2 hari pelaksanaan ritual sembayang rebut di 2 kelenteng yang berada di Desa Kayu Besi tersebut, tidak ada hambatan berarti serta situasi terpantau aman dan kondusif.
Polsek Namang - Polres Bangka Tengah
Kayu Besi, Bangka Tengah
Setiap tanggal 15 bulan 7 tahun imlek (Chiat Ngiat Pan), warga keturunan Tionghoa di Provinsi Kep. Bangka Belitung selalu mengadakan ritual sembayang rebut atau yang sering disebut Chiong Si Ku di setiap kuil dan kelenteng dimana ratusan umat memberikan penghormatan yang diiringi dengan panjatan doa keselamatan dan keberkahannya.
Seperti yang dilaksanakan di Desa Kayu Besi, Kec. Namang, Bangka Tengah ( Senin & Selasa, 04/09/17 s.d. 05/09/17 ). Warga Desa Kayu yang mayoritas keturunan Tionghoa, melaksanakan ritual sembayang rebut tersebut.
Untuk memberikan rasa aman serta situasi yang kondusif saat warga Desa Kayu Besi melaksanakan ibadah, Personil Polsek Namang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Namang, Ipda Suhendra SH, melaksanakan pengamanan simpatik ibadah masyarakat selama 2 hari di 2 kelenteng yang berada di Desa Kayu Besi.
2 kelenteng tersebut adalah Kelenteng Sang Hyang Bakti serta Kelenteng Cung Jie Tong. Ritual Sembayang rebut tersebut dimulai pada pukul 18.30 wib hingga acara puncak pada pukul 00.00 wib.
Ipda Suhendra SH mengatakan bahwa Pengamanan Simpatik Ibadah Masyarakat ( PSIM ) merupakan program yang dibentuk oleh Polres Bangka Tengah beserta jajaran yang bertujuan memberikan rasa aman serta menciptakan situasi yang kondusif sebelum, selama serta setelah ibadah berlangsung, harus dilaksanakan oleh personil Polsek Namang dengan terkoordinir dan tepat sasaran.
"App ( Arahan dan perintah pimpinan ) sangat wajib dilakukan sebelum melaksanakan pengamanan agar para personil Polsek Namang, dapat terkoordinir serta mengetahui cara bertindak maupun tugasnya. Karena program PSIM bertujuan menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat yang beribadah." ucap Ipda Suhendra SH.
Selama 2 hari pelaksanaan ritual sembayang rebut di 2 kelenteng yang berada di Desa Kayu Besi tersebut, tidak ada hambatan berarti serta situasi terpantau aman dan kondusif.
Redaksi & Dokumentasi oleh :
( HUMAS POLSEK NAMANG )





Tidak ada komentar:
Posting Komentar